Minggu, 30 April 2017

Analisis metode ilmiah terhadap penelitian psikologi




ANALISIS METODE ILMIAH TERHADAP PENELITIAN PSIKOLOGI

MAKALAH
untuk memenuhi tugas ujian akhir semester mata kuliah Filasafat Ilmu
yang dibina Dr. Zainal Habib, M.Hum
 

Oleh
Ning Syifa Ridwan
NIM: 16410063


FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI  
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Desember 2016






KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan hidayahnya penulis dapat menyelesaikan tentang  “Analisis Metode Ilmiah Terhadap Penelitian Psikologi”  Makalah ini disusun sebagai salah satu tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Filsafat Ilmu.
Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang sedalam-dalamnya kepada
1.      Bapak Dr. Zainal Habib,M.Hum  selaku Dosen Mata Kuliah Bahasa Indonesia
2.       Orang Tua yang telah membantu baik moral maupun materi           
3.      Teman-teman yang membantu memberikan masukan dalam menyusun makalah
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini jauh dari sempurna, baik dari segi penyusunan, bahasan, ataupun penulisannya. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, khususnya dari Dosen Mata Kuliah guna menjadi acuan dalam bekal pengalaman bagi penulis untuk lebih baik  di masa yang akan datang.


Malang, 16 Desember 2016

Penyusun











DAFTAR ISI

                                                                                                                                    Halaman
KATA PENGANTAR……………………………………………………............                         i
DAFTAR ISI………………………………………………………………………             ii
BAB 1 PENDAHULUAN
 1.1 Latar Belakang………………………………………………………..               1
 1.2  Rumusan Masalah…………………………………………………..                 2
 1.3 Tujuan Penulisan……….…………………………………………….                2
BAB II PEMBAHASAN
            2.1 Pengertian Metode Ilmiah.……………………………………………               3
2.2 Langkah – Langkah Sistematis Dalam Metode Ilmiah……………..                   4
2.3 Penerapan Metode Ilmiah Terhadap Penelitian Psikologi………….                   8         
BAB III PENUTUP
            3.1 Simpulan……………………………………………………………….              11
            3.2 Saran……………………………………………………………………             12
            3.3 Daftar Pustaka…………………………………………………………              12

 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Metode ilmiah adalah prosedur atau langkah – langkah sistematis dalam mendapatkan pengetahuan ilmiah atau ilmu. Ilmu merupakan pengetahuan yang didapatkan melalui metode ilmiah. Metode juga bermakna sebagai proses berpikir dalam pemecahan masalah, proses berpikir sistematis, dan proses berpikir yang terkontrol.
Penelitian adalah investigasi sistematis yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru.Metode ilmiah sangat penting penerapannya dalam sebuah penelitian. Karena metode ilmiah merupakan konsep sistematis dalam mendapatkan hasil yang baik dalam sebuah penelitian. Terutama dalam penelitian psikologi, yang memang dalam metode – metode penelitiannya menerapkan konsep metode ilmiah.
Contohnya seperti dalam penelitian arsip yang lebih menerapkan konsep pengujian hipotesis, lebih menerapkan kosep penyusunan kerangka pikiran dan perumusan hipotesis dalam observasi naturalistik, dalam penelitian survey, penerapan dari metode ilmiah yang paling berperan yaitu identifikasi masalah - penyusunan kerangka masalah - perumusan hipotesis, dalam studi kasus lebih menerapkan konsep identifikasi masalah dan penyusunan kerangka pikiran.
Dewasa ini, banyak sekali didapati mahasiswa yang tertunda waktu wisudanya karena kurang tepat dalam menggunakan konsep dalam penelitiannya sebagai tugas akhir.
Oleh karena itu, penulis tertarik memaparkan analisis metode ilmiah dalam penelitian psikologi. Karena begitu berperannya metode ilmiah dalam penelitian psikologi. Dan agar mahasiswa psikologi dapat memahami hakikat metode ilmiah dalam penelitian psikologi yang sesungguhnya.



1.2  Rumusan Masalah
Dari latar belakang tersebut, maka rumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut.
a)      Apa pengertian metode ilmiah?
b)      Bagaimana langkah – langkah sistematis dalam metode ilmiah?
c)      Bagaimana penerapan metode ilmiah terhadap penelitian psikologi?
1.3  Tujuan Makalah
Dari rumusan masalah di atas, maka tujuan makalah ini adalah sebagai berikut.
a)      Menjelaskan pengertian metode ilmiah.
b)      Menjelaskan langkah – langkah sistematis dalam metode ilmiah.
c)      Menjelaskan penerapan metode ilmiah terhadap penelitian psikologi.












BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Metode Ilmiah
            Metode ilmiah adalah prosedur atau langkah – langkah sistematis dalam mendapatkan pengetahuan ilmiah atau ilmu. Ilmu merupakan pengetahuan yang didapatkan melalui metode ilmiah.
-          Metode ilmiah adalah proses berpikir untuk memecahkan masalah
Metode ilmiah berangkat dari suatu permasalahan yang perlu dicari jawaban atau pemecahannya. Proses berpikir ilmiah dalam metode ilmiah tidak berangkat dari sebuah asumsi, atau simpulan, bukan pula berdasarkan  data atau fakta khusus. Proses berpikir untuk memecahkan masalah lebih berdasar kepada masalah nyata. Untuk memulai suatu metode ilmiah, pertama-tama harus dirumuskan masalah apa yang sedang dihadapi dan sedang dicari pemecahannya. Rumusan permasalahan ini akan menuntun proses selanjutnya.
-          Metode ilmiah adalah proses berpikir secara sistematis
Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis dengan bertahap, tidak zig-zag. Proses berpikir yang sistematis ini dimulai dengan kesadaran akan adanya masalah hingga terbentuk sebuah kesimpulan. Dalam metode ilmiah, proses berpikir dilakukan sesuai langkah-langkah metode ilmiah secara sistematis dan berurutan.
-          Metode ilmiah adalah proses berpikir yang terkontrol
Di saat melaksanakan metode ilmiah, proses berpikir dilaksanakan secara terkontrol. Maksudnya terkontrol disini adalah, dalam berpikir secara ilmiah itu dilakukan secara sadar dan terjaga, jadi apabila ada orang lain yang juga ingin membuktikan kebenarannya dapat dilakukan seperti apa adanya. Seseorang yang berpikir ilmiah tidak melakukannya dalam keadaan berkhayal atau bermimpi, akan tetapi dilakukan secara sadar dan terkontrol.

2.2  Langkah – Langkah Sistematis Dalam Metode Ilmiah
            Garis besar langkah – langkah sistematis metode ilmiah adalah sebagai berikut:
-          Mencari, merumuskan, dan mengidentifikasi masalah.
-          Menyusun kerangka pikiran (logical construct).
-          Merumuskan hipotesis (jawaban rasional terhadap masalah).
-          Menguji hipotesis secara empirik.
-          Melakukan pembahasan.
-          Menarik kesimpulan.
Tiga langkah pertama merupakan metode penelitian, sedangkan langkah – langkah selanjutnya bersifat teknis penelitian. Dengan demikian maka pelaksanaan penelitian menyangkut dua hal, yaitu hal metode dan hal teknis penelitian. Namun secara implisit metode dan teknik melarut di dalamnya (Soetriono, 2007: 157).
a)      Mencari, merumuskan, dan mengidentifikasi masalah.
Yaitu menetapkan masalah penelitian, apa yang dijadikan masalah penelitian dan apa objeknya. Menyatakan objek penelitian saja masih belum spesifik, baru menyatakan pada ruang lingkup mana penelitian akan bergerak. Sedangkan mengidentifikasi atau menyatakan masalah yang spesifik dilakukan dengan mengajukan pertanyaan penelitian (research question), yaitu pertanyaan yang belum dapat memberikan penjelasan (explanation) yang memuaskan berdasarkan teori (hukum/dalil) yang ada. Misalnya menurut teori dinyatakan bahwa tidak semua orang akan bersedia menerima suatu inovasi, sebab ada golongan penolak inovasi (laggard). Tetapi pada kenyataannya (faktual) terdapat inovasi yang mudah diterima sehingga tidak mungkin ada golongan yang menolaknya (laggard). Oleh karena itu, pertanyaan penelitiannya dapat diidentifikasikan pada situasi mana atau pada kondisi mana tidak ada golongan laggard. Dengan mengidentifikasi situasi atau kondisi yang memungkinkan atau tidak memungkinkan secara lebih lanjut berarti telah merumuskan masalah penelitian (Endang, 2011: 77).
Cara yang paling sederhana untuk menemukan pertanyaan penelitian (research question) adalah melalui data sekunder. Wujudnya berupa beberapa kemungkinan, misalnya:
1.      Melihat suatu proses dari perwujudan teori
2.      Melihat linkage dari proposisi suatu teori, kemudian bermaksud memperbaikinya.
3.      Merisaukan keberlakuan suatu dalil atau model di tempat tertentu ataupun pada waktu tertentu.
4.      Melihat tingkat informative value dari teori yang telah ada, kemudian bermaksud meningkatkannya.
5.      Segala sesuatu yang tidak dapat dijelaskan dengan teori yang telah ada, atau belum dapat dijelaskan secara sempurna.
b)      Menyusun kerangka pikiran
Yaitu mengalirkan jalan pikiran menurut kerangka yang logis atau menurut logical construct. Hal ini tidak lain dari mendudukperankan masalah yang diteliti (diidentifikasi) dalam kerangka teoritis yang relevan dan mampu menangkap, menerangkan, serta menunjukkan prespektif terhadap masalah itu. Uapaya ditujukan untuk menjawab atau menerangkan pertanyaan penelitian yang diidentifikasi. Cara berpikir (nalar) kearah memperoleh jawaban terhadap masalah yang diidentifikasi ialah dengan penalaran deduktif. Sebagaimana telah dijelaskan, cara penalaran deduktif ialah cara penalaran yang berangkat dari hal umum (general) kepada haL – hal yang khusus (spesifik). Hal yang umum ialah teori/dalil/hukum, sedangkan hal yang bersifat khusus (spesifik) tidak lain adalah masalah yang diidentifikasi itu.
c)      Merumuskan hipotesis
Hipotesis ialah kesimpulan yang diperoleh dari penyusunan kerangka pikiran, berupa proposisi deduksi. Merumuskan berarti membentuk proposisi yang sesuai dengan kemungkinan serta tingkat kebenarannya. Bentuk – bentuk proposisi menurut keeratan hubungannya (linkage) serta nilai informasinya (informative value). Jika dikaji kembali menurut proposisi, baik berupa teori maupun hipotesis, ternyata kalimat mengandung tiga komponen, yaitu antiseden, konsekuen, dan dependensi. Dua kelompok terdahulu merupakan bagian dari kalimat  proposisi, sedangkan komponen dependensi merupakan sifat hubungan dari antiseden dan konsekuen merupakan linkage dalam proposisi itu. Dependensi mengandung arti bahwa hubungan antara antiseden dengan konsekuen merupakan hubungan sebab – akibat yang benar. Konsekuen tergantung kepada kebenaran antisedan. Antisedan yang tidak benar menyebabkan konsekuen yang tidak benar (tidak dependen).
Beberapa syarat logika yang harus terkandung dalam hipotesis antara lain:
ü  Dapat menjelaskan kenyataan yang menjadi masalah dan dasar hipotesis.
ü  Mengandung sesuatu yang mungkin.
ü  Dapat mencari hubungan kausal dengan argumentasi yang tepat.
ü  Dapat diuji baik kebenaran maupun kesalahan.
Macam – macam hipotesis yang sering dijumpai adalah: hipotesis deskreptif, hipotesis argumentasi, hipotesis kerja, hipotesis nol.
·         Hipotesis Deskriptif: Hipotesis “lukisan”, menunjukkan dugaan sementara tentang bagaimana (how) benda – benda, peristiwa – peristiwa, atau variable – variable itu terjadi.
·         Hipotesis Argumentasi: Hipotesis “penjelasan”, menunjukkan dugaan sementara tentang mengapa (why) benda – benda, peristiwa – peristiwa, atau variable – variable itu terjadi. Hipotesis ini merupakan pernyataan sementara yang diatur secara sistematis sehingga salah satu pernyataan merupakan kesimpulan (konsekuen) dari pernyataan yang lainnya (antisedan).
·         Hipotesis Kerja: Merupakan hipotesis yang meramalkan atau menjelaskan akibat – akibat dari suatu variable yang menjadi penyebabnya. Jadi hipotesis ini menjelaskan suatu ramalan bahwa jika suatu variable erubah maka variable tertentu akan berubah pula.
·         Hipotesis Nol: Hipotesis statistik, bertujuan memeriksa ketidak benaran sebuah dalil/teori, yang selanjutnya akan ditolak melalui bukti – bukti yang sah. Karena hipotesis ini mempergunakan perangkat statistik/matematik maka disebut hipotesis statistik. Melalui prosedur ini maka kita membuat dugaan dengan hati – hati, bahwa menurut pendapat kita tidak ada hubungan  yang berarti atau perbedaan yang signifikan, dan selanjutnya kita mencoba memastikan ketidakmungkinan hipotesis ini. Jika ternyata hipotesis ini ditolak maka pekerjaan kita pindah ke hipotesis kerja (oleh karena itu hipotesis nol disebut kebalikan dari hipotesis kerja).
d)     Menguji hipotesis
Ialah membandingkan atau menyesuaikan (matching) segala yang terkandung dalam hipotesis dengan data empiric. Pembanding atau penyesuaian itu pada umumnya didasarkan pada pemikiran yang beranggapan bahwa di ala ini suatu peristiwa mungkin tidak akan terjadi sendiri. Dengan kata lain, suatu sebab mungkin akan menimbulkan beberapa akibat, atau mungkin pula suatu akibat ditimbulkan oleh beberapa penyebab.
e)      Membahas dan menyimpulkan
Dalam membahas sudah termasuk pekerjaan interpretasi terhadap hal – hal yang ditemukan dalam penelitian. Dalam interpretasi, pikiran kita diarahkan pada dua tititk pandang. Pertama, kerangka pikiran (logical contruct) yang telah disusun, bahkan ini harus merupakan farme of work pembahasan penelitian. Kedua, pandangan diarahkan kedepan, yaitu mengaitkan pada variable – variable dari topic aktual. Pembahasan tidak lain adalah mencocokkan deduksi dalam kerangka pikiran dengan induksi yang empiric (hasil pengujian hipotesis), atau pula kepada induksi yang diperoleh orang lain (hasil penelitian orang lain) yang relevan. Bagaimana hasil dari mencocokkan ini, apakah cocok (pararel atau analog) atau sebaliknya (bertentangan atau kontradiksi). Apabila ternyata bertentangan atau tidak cocok maka perlu dilacak dimana letak perbedaan atau pertentangan itu dan apa kemungkinan penyebabnya.
Hasil pembahasan tidak lain ialah kesimpulan. Kesimpulan penelitian adalah penemuan dari hasil interpretasi dan pembahasan. Penemuan dari interpretasi dan pembahasan harus merupakan jawaban terhadap pertanyaan penelitian sebagai masalah, atau sebagai bukti dari penerimaan terhadap hipotesis yang diajukan. Pertanyaan dalam kesimpulan dirumuskan dalam kalimat yang tegas, padat, tersusun dari kata – kata yang baik dan pasti, sedemikian rupa sehingga tak menimbulkan tafsiran yang berbeda (apa yang dimaksud oleh si peneliti harus ditafsirkan sama oleh orang lain). Pertanyaan – pertanyaan tersusun sesuai dengan identifikasi masalah atau dengan susunan hipotesisnya.

2.3  Penerapan Metode Ilmiah Terhadap Penelitian Psikologi
Penelitian adalah investigasi sistematis yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru. Dimana pengetahuan baru tersebut merupakan suatu komponen inti dari metode ilmiah dalam psikologi. Hal ini memberikan kunci untuk memahami sejauh mana tingkat akurasi dari hipotesis (Robert, 2012:44).
                        Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa dalam penelitian psikologi menerapkan konsep – konsep dalam metode ilmiah seperti identifikasi masalah, penyusunan kerangka pikiran, perumusan hipotesis, pengujian hipotesis secara empirik, pembahasan lalu penyimpulan. Yang mana jika si peneliti memahami betul langkah – langkah dalam metode ilmiah maka akan mempermudah dalam melakukan penelitian dalam psikologi.
                        Terdapat beberapa metode yang diguankan peneliti dalam penelitian psikologi untuk meneliti seorang, kelompok, atau pola perilaku secara sistematis. Metode – metode ini termasuk penelitian arsip, observasi naturalistik, penelitian survey, dan studi kasus.
-          Penelitian arsip
Menggunakan artikel surat kabar adalah suatu contoh penelitian arsip. Dalam penelitian arsip, data yang tersedia, seperti dokumen sensus, catatan perguruan tinggi, dan klipping surat kabar, diteliti untuk menguji suatu hipotesis. Misalnya, catatan perguruan tinggi dapat digunakan untuk menentukan apakah terdapat perbedaan jenis kelamin dalam performa akademis. Dalam penelitian arsip ini, jelas bahwa menerapkan konsep dalam metode ilmiah. Mulai dari identifikasi masalah, menyusun kerangka pikiran, merumuskan hipotesis, menguji hipotesis secara empirik, melakukan pembahasan sampai menarik kesimpulan. Tapi, dalam penelitian ini penerapan yang paling berperan adalah  pengujian hipotesis karena tujuan penelitian mengacu pada hasil penelitian yang akurat.
-          Observasi naturalistik
Dalam observasi naturalistik, peneliti mengobservasi beberapa perilaku yang terjadi secara alami dan tidak membuat perubahan apapun dalam situasi tersebut. Misalnya, seorang peneliti yang meneliti perilaku menolong dapat dapat mengobservasi jenis bantuan yang diberikan kepada para korban di suatu daerah dengan tingkat kejahatan yang tinggi di suatu kota. Poin penting yang harus diingat tentang observasi naturalistik adalah bahwa sang peneliti sekedar mencatat apa yang terjadi, tanpa membuat modifikasi terhadap situasi yang sedang diobservasi. Dalam penelitian ini lebih menerapkan kosep penyusunan kerangka pikiran dan perumusan hipotesis. Karena si peneliti sebelum melakukan observasi harus menyusun apa saja nanti yang akan dicatat. Sehingga hasil catatannya itu menghasilkan kesimpulan yang menangkap, menerangkan, serta menunjukkan prespektif terhadap situasi yang diobservasi.
-          Penelitian survey
 Penelitian survey yaitu pengajuan pertanyaan kepada suatu sampel yang dipilih untuk mewakili suatu kelompok yang lebih besar dan dianggap menarik (populasi) tentang perilaku, pikiran atau sikap meraka. Metode survey telah menjadi sedemikian canggih, sehingga dengan suatu sampel yang sangat kecil pun peneliti dapat menemukan suatu dengan tingkat akurasi yang tinggi dibandingkan respons dari kelompok yang lebih besar. Misalnya, suatu sampel yang hanya terdiri atas beberapa ribu orang sudah cukup untuk memprediksi diantara satu atau dua persen poin tentang siapa yang akan memenangkan pemilihan presiden, jika sampel tersebut dipilih dengan hati – hati(Robert, 2012: 45).
 Dalam penelitian ini, penerapan dari metode ilmiah yang paling berperan yaitu identifikasi masalah, penyusunan kerangka masalah,  dan perumusan hipotesis. Karena dalam penelitian ini diperlukan persiapan penetapan masalah penelitian, apa yang dijadikan masalah penelitian dan apa objeknya. Oleh karenanya dalam penelitian ini menerapkan konsep identifikasi masalah dalam metode penelitian. Lalu setelah menetapkan masalah penelitiannya sang peneliti perlu mengalirkan jalan pikiran menurut kerangka yang logis atau menurut logical construct. Oleh karenanya menerapkan konsep penyusunan kerangka pikiran dalam metode ilmiah. Kemudian sang peneliti dapat memperoleh kesimpulan dari penyusunan kerangka pikiran tadi yang dalam metode ilmiah disebut perumusan hipotesis.
-          Studi kasus
Studi kasus adalah suatu penelitian mendalam dan intensif terhadap seorang pribadi atau sekelompok orang kecil. Studi kasus sering melibatkan pemeriksaan psikologis, suatu prosedur dimana serangkaian pertanyaan yang didesain secara sesama digunakan untuk mendapatkan beberapa masukan tentang kepribadian dari seorang individu atau kelompok tertentu.
Ketika studi kasus digunakan sebagai teknik penelitian, tujuannya sering kali tidak hanya untuk mempelajari beberapa individu yang diteliti namun juga untuk menggunakan ide – ide yang diperoleh dari studi tersebut untuk menigkatkan pemahaman kita tentang manusian secara umum. Sigmund freud mengembangkan teorinya melalui studi kasus terhadap pasien individual. Demikian juga, studi kasus terhadap teroris dapat membantu mengidentifikasikan orang lain yang rentan terhadap kekerasan.
Dalam penelitian ini lebih menerapkan konsep identifikasi masalah dan penyusunan kerangka pikiran. Karena lebih menekankan peneliti dalam membuat serangkaian pertanyaan untuk mendapatkan masukan tentang kepribadian dari seorang individu atau kelompok.








BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
            Dari pembahasan diatas, penulis menyimpulkan bahwa;
a)      Metode ilmiah adalah prosedur atau langkah – langkah sistematis dalam mendapatkan pengetahuan ilmiah atau ilmu. Ilmu merupakan pengetahuan yang didapatkan melalui metode ilmiah. Metode ilmiah juga dapat diartikan sebagai berikut;
-          Metode ilmiah adalah proses berpikir untuk memecahkan masalah
-          Metode ilmiah adalah proses berpikir secara sistematis
-          Metode ilmiah adalah proses berpikir yang terkontrol
b)      Metode adalah suatu prosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu dengan langkah – langkah sistematis. Garis besar langkah – langkah sistematis penelitian adalah:
-          Mencari, merumuskan, dan mengidentifikasi masalah
-          Menyusun kerangka pikiran (logical construct)
-          Merumuskan hipotesis (jawaban rasional terhadap masalah)
-          Menguji hipotesis secara empirik
-          Melakukan pembahasan
-          Menarik kesimpulan
c)  Penelitian adalah investigasi sistematis yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan baru. Terdapat beberapa metode yang diguankan peneliti dalam penelitian psikologi untuk meneliti seorang, kelompok, atau pola perilaku secara sistematis. Metode – metode ini yaitu:
-          Penelitian arsip
Dalam penelitian arsip ini, lebih menerapkan konsep pengujian hipotesis dalam metode ilmiah.
-          Observasi naturalistik
Dalam penelitian ini lebih menerapkan kosep penyusunan kerangka pikiran dan perumusan hipotesis. Karana si peneliti sebelum melakukan observasi harus menyusun apa saja nanti yang akan dicatat. Sehingga hasil catatannya itu menghasilkan kesimpulan yang menangkap, menerangkan, serta menunjukkan prespektif terhadap situasi yang diobservasi.
-          Penelitian survey
Dalam penelitian ini, penerapan dari metode ilmiah yang paling berperan yaitu identifikasi masalah, penyusunan kerangka masalah,  dan perumusan hipotesis. Karena dalam penelitian ini diperlukan persiapan penetapan masalah penelitian, apa yang dijadikan masalah penelitian dan apa objeknya. Lalu sang peneliti perlu mengalirkan jalan pikiran menurut kerangka yang logis atau menurut logical construct. Kemudian sang peneliti dapat memperoleh kesimpulan dari penyusunan kerangka pikiran.
-          Studi kasus
Dalam penelitian ini lebih menerapkan konsep identifikasi masalah dan penyusunan kerangka pikiran. Karena lebih menekankan peneliti membuat serangkaian pertanyaan untuk mendapatkan masukan tentang kepribadian dari seorang individu atau kelompok.

3.2 Saran
            Sebagai mahasiswa psikologi yang akan banyak melakukan penelitian psikologi, sangat bermanfaat apabila kita lebih memahami tentang metode ilmiah. Karena sebagaimana dijelaskan dalam pembahasan, bahwa pada hakikatnya penelitian psikologi menerapkan langkah – langkah sistematis dalam metode ilmiah. Yang apabila kita memahami benar langkah – langkah sistematis dalam metoden ilmiah akan sangat bermanfaat bagi kita sebagai mahasiswa psikologi dalam melakukan penelitian psikologi.

3.3 Daftar pustaka
Feldman, Robert S. (2012), Pengantar Psikologi, Jakarta: Salemba Humanika.
Komara, Endang. (2011), Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian, Bandung: PT Refika Aditama.
Soetriono. (2007), Filsafat Ilmu dan Metodologi Penelitian,Yogyakarta: Penerbit Andi.
Sudarto. (1995), Metodologi Penelitian Filsafat,Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Syaughnessy, John. (2007), Metode Penelitian Psikologi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.